Siapa yang tak terpikat saat melihat segerombolan ikan Discus berenang dengan anggun? Dengan warna-warni memukau dan bentuk tubuhnya yang unik, pantas saja mereka dijuluki “Sang Raja Ikan Akuarium“. Beberapa jenisnya bahkan menjadi buruan para kolektor, dengan harga yang bisa membuat kita menelan ludah.
Namun, di balik keindahannya, ada sebuah stigma: Discus (Genus Symphysodon) adalah salah satu ikan air tawar yang paling sulit dipelihara. Mitos ini seringkali membuat para penghobi, bahkan yang sudah berpengalaman, sedikit ragu untuk memboyongnya pulang.
Tenang saja, merawat ikan Discus bukanlah sebuah misi yang mustahil. Mereka memang butuh perhatian lebih, namun ini lebih tentang konsistensi daripada kerumitan. Anggap saja ini sebuah seni. Selama kita menyediakan kondisi ideal dan rutin memelihara “istana”-nya, merawat ikan Discus akan menjadi pengalaman yang luar biasa memuaskan.
Mempersiapkan Aquarium untuk Discus
Langkah pertama adalah menyiapkan rumah yang layak. Meskipun beberapa Discus bisa tumbuh hingga 22 cm, pada akuarium rumahan, ukuran maksimal yang umum adalah sekitar 12-15 cm. Berdasarkan ukuran ini, bayangkan sebuah “istana” yang cukup luas untuk mereka bergerak bebas.
Akuarium berukuran 200 liter (sekitar 55 galon) adalah titik awal yang ideal untuk menampung 3-5 ekor Discus. Aturan sederhananya adalah menyediakan sekitar 40 liter air untuk setiap ekornya. Karena bentuk tubuh mereka yang tinggi, hindari akuarium yang pendek atau dangkal. Berikan mereka ruang vertikal untuk memamerkan keanggunannya.
Tentu, aquarium tak akan lengkap tanpa sistem penunjang kehidupan yang andal. Filtrasi adalah jantung dari akuarium Discus. Mereka sangat sensitif terhadap lonjakan amonia dan nitrat. Pastikan akuarium Anda sudah melalui proses cycling yang matang sebelum Discus pertama masuk. Untuk tank berukuran besar, filter eksternal seperti canister filter atau sump adalah pilihan terbaik. Keduanya mampu menampung banyak media filter untuk bakteri baik dan menciptakan arus yang cukup untuk menyedot kotoran, menjaga air tetap jernih dan sehat.
Menciptakan Parameter Air untuk Aquarium Discuss
Nah, inilah letak kunci utama kesuksesan. Kualitas air adalah segalanya bagi Discus. Mereka adalah ikan tropis sejati yang menyukai kehangatan melebihi ikan-ikan lainnya.
Suhu Air
Lupakan suhu standar 25°C. Discus mendambakan kehangatan.
- Untuk Peliharaan Umum: Jaga suhu di antara 29-30°C.
- Untuk Membesarkan Anakan: Naikkan suhu ke 30-31°C. Suhu yang lebih hangat akan meningkatkan metabolisme mereka, membuat mereka lebih sering makan dan tumbuh lebih cepat.
- Untuk Tujuan Breeding atau Aquascape: Turunkan sedikit ke 28°C. Suhu yang sedikit lebih sejuk ini meniru datangnya musim hujan di habitat aslinya, Amazon, yang dapat merangsang mereka untuk berkembang biak.
Satu catatan penting: semakin hangat air, semakin sedikit oksigen terlarut di dalamnya. Jika Anda memelihara ikan Discus pada suhu tinggi, terutama dalam aquascape, pastikan ada aerasi yang cukup, misalnya dengan menambahkan pompa air.
pH & Kesadahan (Hardness)
Habitat asli Discus adalah perairan yang lembut (soft) dan asam (acidic). Idealnya, pH di bawah 7.0 dan tingkat kesadahan (gH) yang sangat rendah (1-3) adalah yang terbaik. Namun, jangan khawatir. Generasi Discus yang ada saat ini sebagian besar sudah merupakan hasil ternakan yang telah beradaptasi dengan berbagai kondisi air. Secara umum, pH di bawah 7.5 dengan tingkat kesadahan air yang rendah hingga sedang sudah cukup baik untuk mereka.
Mengapa Aquascape adalah ‘Rumah’ Terbaik Discus?
Setelah membahas semua preferensi Discus, kita sampai pada sebuah kesimpulan menarik: aquascape atau akuarium yang ditanami tumbuhan hidup adalah salah satu konsep terbaik untuk memelihara Discus. Mengapa? Karena secara alami, ekosistem tanaman membantu menciptakan kondisi ideal tersebut.
- Filter Alami Terbaik: Tanaman aquascape adalah penyerap amonia dan nitrat yang ulung. Mereka secara aktif membersihkan air dari zat-zat berbahaya, berfungsi sebagai filter kimia alami yang sangat efisien.
- Penstabil pH: Substrat aktif tidak hanya menutrisi tanaman, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menurunkan dan menstabilkan pH air pada level yang ideal untuk ikan tropis seperti Discus.
- Sentuhan Alam: Penambahan kayu apung (driftwood) tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga melepaskan tanin yang dapat sedikit menurunkan pH dan kesadahan air, meniru kondisi di Blackwater Amazon.
- Kontras yang Memesona: Bayangkan warna merah, biru, dan kuning cerah dari Discus berpadu dengan hijaunya tanaman. Sebuah pemandangan yang menakjubkan mata.
Tugas Wajib: Perawatan dan Menu Makanan
Satu hal yang tak bisa Anda tawar: jangan pernah malas melakukan perawatan akuarium. Bahkan dalam aquascape yang rimbun, penggantian air mingguan sebesar minimal 20% adalah sebuah keharusan. Untuk akuarium tanpa tanaman, angka ini bisa meningkat hingga 40% atau lebih, tergantung pada kepadatan ikan. Saat mengganti air, pastikan Anda juga menyedot kotoran yang mengendap di dasar.
Untuk urusan makanan, Discus bisa sedikit pemilih. Kuncinya adalah variasi. Tawarkan berbagai jenis pakan seperti pelet berkualitas, cacing beku, atau artemia. Rata-rata, Discus dewasa cukup diberi makan 2-3 kali sehari dengan porsi yang habis dalam beberapa menit. Mengganti-ganti menu akan mencegah mereka hanya mau satu jenis makanan saja.
Memilih Pendamping Ikan Discus
Ikan Discus bisa hidup damai dengan ikan lain, asalkan teman-temannya dipilih dengan cermat. Carilah ikan komunitas yang tenang, berukuran cukup besar agar tidak dianggap camilan, dan yang terpenting, tahan dengan suhu air yang hangat.
Beberapa teman terbaik untuk Discus adalah Cardinal Tetra, Rummynose Tetra, Corydoras Sterbai, atau Ram Cichlid. Mereka bisa beradaptasi dengan suhu tinggi dan memiliki temperamen yang damai, sehingga tidak akan mengganggu Discus saat waktu makan tiba.
Semoga panduan merawat ikan Discus ini bisa menjadi bekal bagi Anda yang tertarik untuk menyelami keindahan memelihara Discus. Jika Anda adalah seorang aquarist yang sudah disiplin dengan jadwal perawatan, maka menambahkan Discus ke dalam koleksi Anda tidak akan terasa jauh berbeda. Ini adalah sebuah perjalanan yang menuntut dedikasi, namun hadiahnya adalah pemandangan aquarium yang hidup dan memesona setiap hari.